Zyrexindo Mandiri Buana Tbk

Zyrexindo Mandiri Buana Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bergerak sebagai produsen laptop dan produk TIK lainnya. Perusahaan yang berdiri pada 14 Mei 1996 ini memiliki kapabilitas yang sangat baik dalam kegiatan operasionalnya.
Perusahaan ini juga sudah menjadi sebuah perusahaan yang melantai di BEI dengan IPO date 30 Maret 2021. Untuk saham, angka penjualan saham ZYRX masih sangat moncer. Berikut untuk Anda informasi menariknya!
Zyrexindo Mandiri Buana Tbk
Saham ZYRX dibuka per lembar saham dengan harga Rp 690,00. Emiten saham dengan kode ZYRX ini telah berhasil meningkatkan penjualan sahamnya dengan presentase sebesar 132% secara year on yeary dari kapasitas penjualan di tahun 2020 senilai 179,6 miliar dan kemudian di tahun 2021 menjadi 415,4 miliar.
Tentu di harapkan tahun 2022 dan 2023 peningkatan yang sama atau bahkan lebih tinggi dari di tahun 2021 bisa terjadi. Peningkatan yang terjadi tersebut pun pada akhirnya turut mendongkrak laba bersih setelah pajak di tahun berjalan untuk Zyrexindo Mandiri Buana kurang lebih dengan presentase sebesar 34,5% dari angka 32,2 miliar menjadi 43,4 miliar untuk periode yang sama.
Dengan peningkatan penjualan yang berhasil didapatkan, tentu saja beban pokok pendapatan perseroan tercatat merangkak naik dengan presentase 175% dengan year on year sebesar 123,2 miliar rupiah menjadi 339,2 miliar rupiah.
Hal tersebut menjadikan perseroan berhasil mengantongi laba kotor senilai 76,2 miliar yang naik sekitar 35% dari year on year senilai 56,5 miliar di tahun 2020. Sementara jika membahas perihal asset, Zyrexindo Mandiri Buana memiliki total asset senilai 422,9 miliar. Angka tersebut naik secara signifikan sekitar presentase 226% dari 129,6 miliar yang diketahui pada tahun 2020 akhir.
Aset yang mengalami peningkatan secara signifikan tersebut terjadi karena berbagai macam aspek. Salah satu aspek yang mengakibatkan terjadinya peningkatan pesat tersebut adalah peningkatan piutang dan persediaan (inventory) dari perusahaan.
Di sisi yang lain, tingkat utang Perseroan totalnya juga mengalami peningkatan yaitu mencapai angka 77,7 miliar rupiah menjadi 250 miliar. Jumlah utang perseroan tersebut utamanya disebabkan karena kenaikan utang jangka pendek yang digunakan sebagai modal kerja.
Meski demikian, posisi rasio utang terhadap ekuitas Perseroan masih terjaga cukup baik di angka 0,6 dan rasio utang terhadap asset berada di angka 0,72. Pada kuartal ketiga tahun 2021, kinerja keuangan perusahaan melampaui target dan ekspektasi Perseroan sehingga menjadi kapasitas terbaik perusahaan.
Pada akhirnya penjualan dan juga laba bersih dari perusahaan pun turut tumbuh secara signifikan. Atas pencapaian dan realisasi kinerja keuangan sampai kuartal ketiga tahun 2021, pada akhirnya Perseroan menargetkan penjualan mencapai 700 miliar dengan laba bersih setelah pajak pada akhir tahun mencapai 70 miliar.
Sehingga laba bersih total yang bisa didapatkan atas setiap saham dasar dan dilusian atau bisa dikategorikan dalam earning per share dari perusahaan pada akhir tahun mencapai angka Rp 52. Perusahaan dengan angka yang didapatkan tersebut tentu selalu berupaya optimis bahwa pihak Zyrexindo Mandiri Buana dan tim dapat mencapai target tersebut dengan pertumbuhan bisnis pada tiga segmen penjualan yang bergerak di sektor business to customer, business to business, dan busines to government.
Itulah sekilas informasi menarik berkaitan dengan Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. Semoga menjadi informasi yang dapat memberikan inspirasi positif untuk semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *